Apel Miliki 100 Juta Bakteri, Ternyata Ini Akibatnya

by
Para ilmuwan menemukan bahwa apel organik memiliki komunitas bakteri yang lebih beragam dan seimbang.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Apel menjadi salah buah yang paling banyak dikonsumsi manusia di seluruh dunia. Produksi Apple juga dikabarkan terus meningkat, bahkan 83 juta aple ditanam pada 2018.

Dalam sebuah studi baru, para ilmuwan menganalisis microbiome apel untuk mendeteksi perbedaan antara jaringan dan dampak dari manajemen organik dan konvensional.

Dilansir dari laman Tech Explorist, Kamis (25/7/2019) para ilmuwan menemukan bahwa apel organik memiliki komunitas bakteri yang lebih beragam dan seimbang. Bakteri tersebut dapat membuat Apel Organik lebih sehat dan lebih enak daripada apel konvensional, serta lebih baik bagi lingkungan.

“Bakteri, jamur, dan virus dalam makanan kita secara sementara menjajah usus kita. Membunuh sebagian besar dari ini, jadi buah dan sayuran mentah merupakan sumber penting mikroba usus,” kata Penulis Studi, Profesor Gabriele Berg, dari Universitas Teknologi Graz, Austria

Para ilmuwan membandingkan bakteri dalam apel yang dibeli di toko konvensional dengan yang ada di apel segar yang alami dan serasi. Batang, kulit, daging, biji-bijian, dan kelopak dianalisis secara terpisah.

Berg berkata, “Secara keseluruhan, apel organik dan konvensional dihuni oleh jumlah bakteri yang sama. Menyusun rata-rata untuk setiap komponen apel, kami memperkirakan apel 240g khas mengandung sekitar 100 juta bakteri. Mayoritas bakteri ada di dalam biji, dengan daging bertanggung jawab atas sebagian besar sisanya.

Apakah bakteri ini baik untuk Anda?

Berita baiknya adalah mereka sehat untuk pemakan usus dan apel kita yang melahap intinya juga memakan bakteri sepuluh kali lebih banyak daripada mereka yang membuangnya.

Berg menjelaskan, “Apel yang baru dipanen, dikelola secara organik memiliki komunitas bakteri yang jauh lebih beragam, lebih merata dan berbeda, dibandingkan dengan yang konvensional. Variasi dan keseimbangan ini diharapkan dapat membatasi pertumbuhan berlebih dari satu spesies, dan studi sebelumnya telah melaporkan korelasi negatif antara kelimpahan patogen manusia dan keanekaragaman mikrobioma dari produk segar.”

Peneliti menyarankan profil mikrobiome dan antioksidan dari produk segar suatu hari nanti bisa menjadi informasi gizi standar, ditampilkan bersama dengan nutrisi makro, vitamin, dan mineral untuk memandu konsumen. Studi tentang apel dipublikasikan di Frontiers in Microbiology. (okz/aci)



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *